Informasi: Ida Sri , Yanti , Yuna

Pustaka Artikel Umroh dan Yang Terkait Khusus Untuk Anda.

Alsha Umroh
Umrah Hemat Barokah di Travel Resmi Ust. Ahmad Al-Habsyi
(Mulai Rp. 18 jutaan)
Pusat Informasi:
0815-1993-4909
0821-1258-2225
0812-1215-9197
0877-8408-8185
0853-5222-1535
Kantor Pusat:
021-8778-7274
BBM:
D492 7A13
5FA0 2295
7C49 2A20
758E 9C64
Travel Ustadz Al-Habsyi
Yuk Daftar Umrah Super Hemat. Langsung Berangkat, Tidak Perlu Tunggu Tahunan!!! Keberangkatan Setiap Bulan-bulan Umrah.
Travel Umroh Hemat Barokah (Rp. 18 jutaan) Resmi Ust. Ahmad Al-Habsyi
Hubungi: 0815-1993-4909 / 0821-1258-2225 / 0812-1215-9197 / 0877-8408-8185 /
0853-5222-1535

Minggu, 07 Februari 2016

Laporan Ekslusif Kasus-kasus Umroh 2015 (Bagian I)


kasus-umroh-2015-biro-travel-tidak-berizin-dan-harga-di-bawah-standar-kemenag-ri




Kasus Umroh 2015 Bagian I:

Pencabutan Ijin Biro Travel Umroh Bermasalah oleh Kementerian Agama Republik Indonesia


Dalam rangka memperbaiki pelayanan ibadah haji dan umroh, maka Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Dirjen PHU) Kementrian Agama melakukan banyak perbaikan, diantaranya adalah Program 5 Pasti yakni:

Pastikan:
  1. Pasti Travelnya
  2. Pasti Jadwalnya
  3. Pasti Terbangnya
  4. Pasti Hotelnya, dan 
  5. Pasti Visanya
Selain itu Dirjen PHU juga mencabut izin travel umroh yang tidak mengikuti aturan. Ketiga travel umroh yang ijinnya dicabut tersebut adalah PT. Mediterania, PT. Kopindo Wisata yang berkedudukan di Jakarta, dan PT. Mustaqbal Lima di Cirebon.

"Karena melakukan berbagai kesalahan," kata Abdul Djamil seperti dikutip dari Kemenag.go.id, Kamis (13/8/2015), di Jakarta menjelaskan tentang alasan mengapa ijin ketiga biro travel tersebut dicabut.

Dirjen PHU juga memberikan sanksi administratif berupa teguran dan peringatan tertulis kepada biro travel lainnya yang tidak mematuhi aturan hingga yang paling berat dengan mencabut ijin. Beberapa kesalahan yang dilakukan sangat merugikan para jamaah adalah seperti jamaah gagal berangkat, tidak mendapatkan tempat tinggal dan tertundanya para jamaah kembali ke tanah air.

Beberapa Sebab Terjadinya Kasus Umroh 2015 


Pada kasus umroh 2015 ini, bisa ditarik kesimpulan beberapa sebabnya, diantaranya adalah karena maraknya biro travel umroh yang bermasalah tidak hanya karena ijin yang dimiliki biro travel haji dan umroh tersebut ilegal juga karena dalam prakteknya telah melakukan hal-hal yang merugikan calon jamaah.

Sehingga pemerintah melakukan langkah tegas. Salah satunya adalah dengan menertibkan biro travel penyelenggara perjalanan haji dan umroh di tanah air. Hal ini sebagai jawaban dari permintaan masyarakat yang resah akibat kasus penipuan yang dilakukan oleh biro travel-biro travel tersebut.

Dengan menjanjikan biaya umroh yang murah dan kemudahan menjalankan ibadah, biro travel tersebut telah menjaring banyak peminat, apalagi daftar tunggu haji yang masih sangat panjang, sempat disambut gembira oleh masyarakat. Namun alih-alih dapat menunaikan ibadah umroh seperti yang mereka harapkan, para calon jamaah tersebut malah mendapatkan masalah. Diantara masalah yang sering dialami oleh para calon jamaah tersebut adalah gagal berangkat, masalah di negara transit sehingga menyebabkan calon jamaah terlantar di bandara, sampai pada tidak mendapatkan tempat untuk tinggal selama di Arab Saudi atau tertundanya jadwal kepulangan ke Tanah Air.

Solusi dan Antisipasi Terjadinya Kasus Umroh Yang Sama


Guna menghindari hal yang sama terulang, maka pemerintah melakukan langkah tegas dengan menindak biro travel umroh dan haji tak berijin, dan yang melakukan pelanggaran aturan yang telah ditentukan, seperti batas biaya umroh minimal sebesar $1700 dan lain-lain. Apabila ada biro travel yang menyalahi aturan dengan menetapkan biaya lebih rendah dari ketentuan maka biro travel tersebut akan mendapatkan sanksi.

Sanksi paling ringan yang diberikan kepada biro travel haji dan umroh adalah dengan memberikan peringatan tertulis dan teguran hingga yang paling parah dengan mencabut ijin.

Hal ini seperti dilansir oleh situs berita Liputan6.Com, menurut Abdul Jamil, Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umroh dari Kementerian Agama Republik Indonesia, biro travel haji dan umroh yang ijinnya dicabut tersebut karena melakukan kesalahan dan tidak mematuhi aturan berdasarkan penilaian akreditasi.

Selain itu ketiga biro travel tersebut telah menyebabkan kerugian yang dialami oleh para jamaah mulai dari gagal berangkat ke tanah suci, terlantar di negara transit, tidak mendapatkan kepastian tiket berangkat bahkan tidak dapat kembali ke tanah air. Dengan adanya pencabutan ijin dan aturan yang lebih ketat terhadap biro penyelenggara perjalanan haji dan umroh diharapkan para jamaah akan dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman.

Nah, sekarang dari sisi jamaah sendiri. Calon jamaah harus:
  1. memastikan legalitas travel bersangkutan, popularitas positif travel tersebut, apakah dipercaya oleh berbagai lapisan masyarakat, dan kalau memungkinkan langsung datangi kantor travel umroh tersebut untuk lebih memastikan validitas izin dan profesionalisme travel tersebut
  2. jangan mudah terpercaya hal-hal yang 'terlalu indah untuk terjadi'. Misalnya harga paket umroh yang terlalu murah (di bawah $1700) dengan fasilitas bintang 4 atau bahkan bintang 5.
  3. dan yang paling pentng, selalu memohon kepada Allah agar ditunjukkan travel umroh yang amanah dan profesional.

Semoga perjalanan ibadah umroh Anda dan keluarga lancar, aman, nyaman, dan mabruuk. Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin.

http://news.liputan6.com/read/2292627/kemenag-cabut-izin-3-travel-umrah

5-pasti-cegah-kasus-umroh


Untuk artikel "Kasus Umroh 2015 Bagian II: Proses Pemulangan 49 Jamaah Umroh yang Tertahan di Arab Saudi", mohon ditunggu hingga tautannya aktif.

Lihat juga Laporan Eksklusif Kasus-Kasus Umroh 2014



Afiliasi Profesional Travel Umrah Alsha Tours Indonesia



Saudi Airlines Emirates Etihad Garuda Indonesia

Turkish Airlines Abacus IATA ASITA

Kementrian Agama Republik Indonesia
Back To Top