Informasi: Ida Sri , Yanti , Yuna

Pustaka Artikel Umroh dan Yang Terkait Khusus Untuk Anda.

Alsha Umroh
Umrah Hemat Barokah di Travel Resmi Ust. Ahmad Al-Habsyi
(Mulai Rp. 18 jutaan)
Pusat Informasi:
0815-1993-4909
0821-1258-2225
0812-1215-9197
0877-8408-8185
0853-5222-1535
Kantor Pusat:
021-8778-7274
BBM:
D492 7A13
5FA0 2295
7C49 2A20
758E 9C64
Travel Ustadz Al-Habsyi
Yuk Daftar Umrah Super Hemat. Langsung Berangkat, Tidak Perlu Tunggu Tahunan!!! Keberangkatan Setiap Bulan-bulan Umrah.
Travel Umroh Hemat Barokah (Rp. 18 jutaan) Resmi Ust. Ahmad Al-Habsyi
Hubungi: 0815-1993-4909 / 0821-1258-2225 / 0812-1215-9197 / 0877-8408-8185 /
0853-5222-1535

Selasa, 17 November 2015

Tata Cara Umroh (Dewasa, Remaja, & Anak)

Tata Cara Pelaksanaan Umroh Sesuai Tuntunan Nabi


Pengertian Ibadah Umroh dan Keutamaannya

Menurut bahasa, umroh memiliki arti berkunjung atau berziarah. Sedangkan makna umroh secara syari’at adalah berziarah ke rumah Allah (Baitullah) dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali (Thawaf), berlari-lari kecil (Sa’i) di antara bukit Shafa dan Marwah, serta mencukur (Tahallul) atau memendekkan rambut kepala. Tata cara ibadah yang demikian ini disebut dengan tata cara umroh.

Ibadah umroh adalah salah satu ibadah dianggap yang paling mulia dan juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT yang paling afdhal dan utama. Allah SWT akan  mengangkat derajat hamba-hambanya yang melakukan ibadah umroh sesuai tata cara umroh yang benar ini. Rasulullah SAW pun juga telah menganjurkannya dan memberikan contoh baik melalui ucapan dan tindakan beliau yang juga menunaikan ibadah umroh bagaimana tata cara umroh tersebut.


Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Umroh


Ibadah umroh hampir memiliki kesamaan dengan ibadah haji dalam hal tata cara beribadah. Yang membedakan, dalam tata cara ibadah umroh jamaah tidak perlu melakukan wukuf dan bermalam di Mina.

Adapun tata cara umroh sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

Sebelum Mengerjakan Tata Cara Umroh

Sebelum melaksanakan rangkaian tata cara umroh, Anda diwajibkan mandi sebagaimana orang yang junub, memakai wewangian dan menggunakan pakaian ihram. Bagi laki-laki menggunakan dua lembar kain ihram yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Sedangkan bagi wanita menggunakan pakaian yang telah disyariatkan menutupi seluruh badan namun tidak boleh menggunakan cadar niqab (penutup wajah) dan tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan.

    Tata Cara Umroh Rukun #1: Niat Ihram

    1. Berihram dari miqat dengan mengucapkan niat melakukan ibadah umroh.
    لَبَّيْكَ عُمْرَة
    “Labbaika ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).

    1. Apabila Anda ragu untuk bisa menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah umroh karena sakit atau halangan lainnya, maka sesudah mengucapkan kalimat di atas, Anda dapat menambahkan kalimat berikut:
    اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي 
    “Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku). 
    Kalimat diatas dapat diucapkan baik saat berumroh atau melakukan ibadah haji, sehingga bila seseorang terhalang untuk menyempurnakan manasiknya maka ia diperbolehkan bertahallul dan tidak wajib membayar dam atau denda dengan menyembelih seekor kambing.

    1. Bila waktu berihram bersamaan waktunya dengan waktu sholat fardhu, sebaiknya para jamaah melakukan sholat terlebih dahulu, baru setelah sholat Anda dapat melakukan ihram.
    1. Setelah mengucapkan “talbiah umrah” dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut ini. Usahakan untuk mengeraskan suara bagi laki-laki namun bagi perempuan perlahan saja hingga tiba di Makkah. 
    لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك 
    “Labbaiik Allahumma labbaiik. Labbaiik laa syariika laka labbaiik. Innal hamda wanni’mata, laka wal mulka, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu). 

    Memasuki Masjidil Haram

    1. Saat memasuki Masjidil Haram dahulukan masuk dengan kaki kanan dan membaca doa masuk masjid di bawah ini :
    اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. 
    “Allahummaf tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).


    Tata Cara Umroh Rukun #2: Thawaf

    1. Sebelum melakukan thawaf, hendaknya para jamaah menuju ke Hajar Aswad. Di depan Hajar Aswad jamaah membaca “Allahu Akbar” atau “Bismillah Allahu Akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Bila keadaan tidak memungkinkan seperti terlalu berdesak-desakan atau penuh, maka jamaah cukup mengusap Hajar Aswad dan mencium tangan yang mengusapnya. Bila tetap tidak memungkinkan untuk menyentuhnya, jamaah dapat memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat.  Hal ini dilakukan berulang pada setiap putaran thawaf.
    1. Thawaf sebanyak 7 putaran dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di situ pula. Disunnahkan untuk berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir. Agar Anda mudah mengingat jumlah bilangan thawaf, Anda dapat mengenakan 7 gelang karet di tangan kanan, setiap selesai satu putaran pindahkan gelang ke tangan kiri.
    1. Disunnahkan mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun tidak dianjurkan mencium Rukun Yamani. Apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan sebagaimana kita lakukan di Hajar Aswad
    1. Saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswaad, Anda disunnahkan membaca doa di bawah ini:
    رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 
    “Robbana aatina fiddunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)

    1. Pada saat thawaf, tidak ada dzikir atau bacaan tertentu selain doa di atas. Anda dapat membaca ayat-ayat Al Qur’an atau doa dan dzikir lain yang Anda bisa.
    1. Setelah melakukan thawaf, menutup kedua pundak lalu menuju makam Nabi Ibrahim sambil membaca doa berikut ini :
    وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى 
    “Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).

    1. Di belakang Nabi Ibrahim melakukan sholat sunnah thawaf 2 rakaat, pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah lalu membaca surat Al Kaafirun dan pada rakaat kedua setelah membaca Al Fatihah membaca surat Al Ikhlas.
    1. Disunnahkan minum air zam-zam dan menyiram atau mengusap kepala dengan air Zam-zam setelah sholat sunnah.
    1. Setelah minum air Zam-zam, kembali ke Hajar Aswad, bertakbir lalu mengusap atau menciumnya. Bila tidak memungkinkan dapat memberi isyarat ke arah Hajar Aswad seperti pada saat awal thawaf.
    1. Usai thawaf, jamaah akan menuju Bukif Shofa untuk melakukan Sa’i umroh. 

    Tata Cara Umroh Rukun #3: S'ai

    1. Sebelum tiba, mendekati Shofa, jamaah membaca doa’:
    إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ 
    “Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”  (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).

              Setelah itu mengucapkan

    نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
    “Nabda-u bimaa bada-allah bih”.

    1. Naik bukit Shofa lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya jika hal tersebut memungkinkan, lalu membaca doa’
    3x اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ 
    “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. (3x)
    Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya-lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. 
    Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.”
         
    Doa ini diulang 3x bersama doa lain yang Anda bisa di antara pengulangan-pengulangan itu.

    1. Lalu turun dari Shofa dan berjalan menuju ke Marwah. Disunnahkan agar jamaah laki-laki berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh diantara 2 tanda hijau yang berada di Mas’a (tempat Sa’i), lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.
    1. Setiba di Marwah, lakukan hal yang sama seperti yang dilakukan saat di Shofa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir yang sama dan berdo’a sesuai dengan kemampuan dan keinginan Anda. Perjalanan dari Shofa ke Marwah dihitung satu putaran.
    1. Turun lalu menuju ke Shofa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shofa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran. Lakukan sampai 7 kali dan berakhir di Marwah. Meski jamaah dapat membaca doa apapun, namun bila mampu dan hafal, dapat membaca doa berikut ini :
    اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ 
    “Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah), diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika Sa’i.

    1. Setelah melakukan Sa'i sebanyak 7 kali putaran, jamaah dapat melakukan tahallul. 

    Tata Cara Umroh Rukun #4: Tahallaul

    1. Anda melakukan tahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul. Sedangkan bagi jamaah perempuan cukup memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

    Tata Cara Umroh Rukun #5: Tertib

    1. Semua tata cara umroh di atas harus dilakukan dengan tertib. Jadi tidak boleh tidak berurut dalam pengerjaannya. Kalau tidak terurut, maka tidak sah ibadah umrohnya dan harus mengulangnya dari tata cara umroh awal lagi.
    Usai melakukan tahallul atau memotong/mencukur rambut dan mengerjakan semua tata cara umroh di atas dengan tertib, maka selesai sudah rangkaian ibadah umroh Anda. Jamaah dapat melakukan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram, seperti berhubungan dengan suami/istri dan lain-lain.


    Kesimpulan

    Berikut ini ringkasan tata cara umroh:

    Pendahuluan: Mandi
    1. Niat
    2. Thawaf
    3. Sa'i
    4. Tahallul
    5. Tertib
    Demikian tuntunan tata cara pelaksanaan ibadah umroh seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Semoga bermanfaat dan mendapatkan umroh yang mabruuk. Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin.

    Labbaiik Allahumma Labbaiik...


    Pencarian Lain Terkait

    Lihat pencarian terkait "tata cara umroh" di Google.


    Afiliasi Profesional Travel Umrah Alsha Tours Indonesia



    Saudi Airlines Emirates Etihad Garuda Indonesia

    Turkish Airlines Abacus IATA ASITA

    Kementrian Agama Republik Indonesia
    Back To Top